MAKASSAR – PT PLN (Persero) melakukan pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi dampak fenomena El Niño 2026. Upaya tersebut dilakukan PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) untuk menjaga keandalan pasokan listrik di tengah potensi musim kemarau yang lebih panjang.
Fenomena El Niño menjadi perhatian karena kondisi tersebut dapat memengaruhi ketersediaan air di sejumlah wilayah. Bagi sistem kelistrikan yang mengandalkan pembangkit listrik tenaga air atau PLTA, penurunan debit air berpotensi memberikan tekanan terhadap kemampuan pembangkit menghasilkan listrik.
Karena itu, pemeliharaan infrastruktur menjadi salah satu strategi preventif PLN. General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah mengatakan pemeliharaan dilakukan agar infrastruktur berada dalam kondisi prima sehingga dapat mendukung keandalan sistem dalam menghadapi berbagai kemungkinan gangguan.
PLN juga terus mengerahkan petugas teknis di lapangan untuk mempercepat pekerjaan pemeliharaan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperpendek waktu pekerjaan sekaligus memastikan fasilitas kelistrikan dapat kembali beroperasi secara optimal.
Dalam beberapa hari terakhir, pemeliharaan sejumlah fasilitas sistem kelistrikan Sulbagsel berdampak terhadap daya mampu pasok. Untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik, PLN melakukan pengaturan beban secara bergilir di sejumlah wilayah Makassar dan sekitarnya.
Meski demikian, PLN memberikan klarifikasi bahwa pemadaman bergilir yang terjadi bukan disebabkan langsung oleh El Niño ataupun penurunan debit air PLTA. Menurut PLN UID Sulselrabar, kondisi tersebut berkaitan dengan kegiatan pemeliharaan fasilitas ketenagalistrikan.
PLN tetap memantau perkembangan kekeringan karena kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pembangkit berbasis air. Pengaturan pola operasi pembangkit dan berbagai langkah mitigasi terus dipersiapkan untuk mempertahankan pasokan listrik.
Sebelumnya, PLN juga telah menyiapkan sejumlah langkah menghadapi potensi El Niño. Pada April 2026, PLN Sulselrabar menyebut telah menambah kapasitas pembangkit sebesar 300 MW dibandingkan kondisi setelah krisis listrik 2023. PLN juga menjadwalkan pemeliharaan unit pembangkit agar dapat beroperasi optimal.
Selain itu, PLN menyiapkan 152 unit genset sebagai cadangan yang dapat digunakan ketika diperlukan. Langkah tersebut menjadi bagian dari mitigasi untuk menjaga kestabilan sistem apabila terjadi tekanan terhadap pasokan listrik.
Dengan kombinasi pemeliharaan, penambahan kapasitas pembangkit dan kesiapan peralatan cadangan, PLN berupaya mengurangi risiko gangguan pasokan listrik selama periode yang berpotensi dipengaruhi El Niño.
