Christina Margaretha Lateka Bahas Pembangunan Poso di DPC Gerindra

POSO — Sejumlah isu pembangunan daerah menjadi pokok pembahasan dalam silaturahmi Christina Margaretha Lateka bersama pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Poso, Kamis (15/10/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung di Sekretariat DPC Gerindra Poso, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Kabupaten Poso, pada pukul 10.00 WITA. Agenda itu dimanfaatkan untuk memperkenalkan diri, membangun komunikasi, dan bertukar pandangan mengenai peluang pengembangan daerah.

Christina Margaretha Lateka, Ketua KPIR Kota Palu, menyampaikan sejumlah perhatian yang mencakup penguatan UMKM, peningkatan mutu sumber daya manusia, pengembangan pariwisata, serta pemeliharaan kerukunan masyarakat.

Ia berpandangan, kemajuan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat agar potensi yang tersedia dapat dikembangkan secara optimal.

Penguatan UMKM dan Kapasitas Masyarakat

Salah satu isu yang disoroti Christina ialah pengembangan UMKM sebagai bagian dari upaya memperluas kegiatan ekonomi lokal.

Menurutnya, pelaku usaha memerlukan dukungan untuk meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan pasar. Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi unsur penting agar usaha dapat tumbuh dan bertahan dalam persaingan.

Produk lokal Poso juga dinilai memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas apabila didukung pengelolaan usaha dan promosi yang memadai.

Dalam konteks tersebut, generasi muda diharapkan mampu berperan sebagai penggerak kewirausahaan. Keberanian memulai usaha, mengembangkan ide, dan menciptakan kesempatan kerja menjadi sejumlah langkah yang dapat membantu memperkuat ekonomi masyarakat.

Mengembangkan Potensi Pariwisata Poso

Christina turut menyoroti sektor pariwisata yang memiliki peluang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Kabupaten Poso. Kekayaan alam, objek wisata, dan kebudayaan setempat dapat menjadi modal untuk memperkenalkan identitas daerah kepada masyarakat luas.

Sebagai mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di bidang pariwisata, ia menilai pengembangan destinasi perlu disertai pemberdayaan masyarakat lokal.

Baca juga  Pudjianto Gondosasmito: Ahli Investasi Energi Bersih yang Mendorong Masa Depan Berkelanjutan

Pelaku UMKM, pemuda, dan komunitas kreatif perlu memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan wisata. Dengan demikian, peningkatan aktivitas pariwisata dapat membuka ruang usaha baru sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi warga.

Christina juga mengangkat Festival Danau Poso sebagai salah satu sarana untuk memperkenalkan potensi daerah. Menurutnya, festival tersebut memiliki peluang untuk memberikan manfaat lebih besar apabila promosi dan publikasinya diperluas.

Pemanfaatan media sosial dan berbagai saluran informasi dinilai penting untuk menjangkau calon pengunjung dari luar daerah. Dukungan pemerintah serta koordinasi dengan pemerintah pusat juga dipandang perlu untuk menunjang peningkatan kualitas penyelenggaraan festival pada masa mendatang.

Menjaga Kerukunan di Tengah Keberagaman

Selain pembangunan ekonomi, Christina menekankan pentingnya menjaga toleransi dan persaudaraan di Kabupaten Poso.

Ia mengapresiasi peran komunitas lintas agama, kelompok pemuda, dan berbagai perkumpulan masyarakat dalam memelihara hubungan sosial yang harmonis.

Menurutnya, suasana yang aman dan kondusif merupakan salah satu fondasi pembangunan. Hubungan masyarakat yang terjaga dapat mendukung kegiatan ekonomi, memperkuat kolaborasi, dan membuka kesempatan bagi pengembangan potensi daerah.

Christina berharap semangat saling menghormati tetap menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika juga perlu terus dirawat.

Perluas Wawasan dan Pengalaman

Dalam kesempatan tersebut, Christina menyampaikan rasa syukur karena dapat menjadi bagian dari keluarga besar Partai Gerindra.

Ia berharap kesempatan yang tersedia dapat digunakan untuk belajar lebih banyak, memperluas wawasan, serta menyerap pengalaman dari para senior dan tokoh yang lebih dahulu terjun ke dunia politik.

Menurutnya, dinamika politik dan pembangunan daerah membutuhkan kesediaan untuk terus belajar, memahami persoalan masyarakat, dan menerima berbagai masukan.

Baca juga  DPR Setujui Polri Tetap di Bawah Presiden, Ini 8 Poin Percepatan Reformasi

Christina menegaskan bahwa pembangunan bukan tanggung jawab satu individu atau kelompok tertentu. Komunikasi terbuka, kemauan bekerja sama, dan kesediaan mendengarkan pandangan masyarakat diperlukan agar gagasan yang berkembang dapat diarahkan pada kepentingan bersama.

Ia berharap silaturahmi tersebut menjadi pijakan awal untuk memperkuat hubungan, memperluas ruang kolaborasi, dan mendorong perhatian bersama terhadap kebutuhan Kabupaten Poso.

Penguatan UMKM, peningkatan kualitas SDM, pengembangan pariwisata, serta pemeliharaan kerukunan masyarakat menjadi sejumlah bidang yang menurutnya perlu terus diperhatikan untuk membangun Poso yang lebih sejahtera dan harmonis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *