Mobil Mercedes-Benz Bisa Mengapung? Ini Cara Kerja Teknologinya

JAKARTA – Bayangkan sebuah SUV memasuki genangan air dalam atau sungai, tetapi kendaraan tidak langsung tenggelam. Gambaran tersebut menjadi semakin menarik setelah muncul informasi mengenai paten Mercedes-Benz yang berkaitan dengan sistem daya apung kendaraan. Teknologi ini dirancang untuk membuat kendaraan mampu mengapung dan mempertahankan keseimbangan ketika berada di air.

Dalam rancangan tersebut, Mercedes-Benz menggunakan sejumlah modul daya apung yang ditempatkan di sekitar rumah roda. Modul tersebut dapat berupa material berbusa maupun komponen yang bisa dikembangkan. Ketika diperlukan, sistem dapat menyediakan tambahan volume yang membantu kendaraan mendapatkan daya apung.

Salah satu bagian paling menarik adalah sistem pengendalian daya apung. Modul pada empat bagian kendaraan dapat dikontrol secara terpisah. Pendekatan ini memungkinkan sistem menyesuaikan daya apung pada setiap sudut kendaraan, terutama ketika distribusi beban tidak merata atau kendaraan menghadapi perubahan kondisi air.

Kemampuan mempertahankan keseimbangan menjadi faktor penting. Kendaraan yang hanya memiliki daya apung tanpa sistem pengaturan dapat menghadapi masalah ketika salah satu sisi menerima beban lebih besar. Karena itu, rancangan Mercedes-Benz mencoba menggabungkan modul daya apung dengan sistem kontrol yang dapat menyesuaikan kondisi kendaraan.

Konsep ini memiliki perbedaan dengan kendaraan amfibi tradisional. Beberapa desain kendaraan amfibi menggunakan ponton atau lambung yang menjadi bagian utama kendaraan. Bahkan terdapat rancangan kendaraan amfibi yang menggunakan roda yang dapat dinaikkan ketika kendaraan berada di air sehingga mengurangi kontak roda dengan permukaan air.

Pada konsep Mercedes-Benz, modul daya apung tidak harus selalu berada dalam kondisi aktif. Ketika tidak dibutuhkan, modul dapat dikempiskan atau dilepas dan disimpan. Berdasarkan laporan mengenai paten, ruang penyimpanannya dapat memanfaatkan area yang biasanya digunakan untuk ban cadangan.

Baca juga  Investasi Rp21 Triliun, Stellantis Dorong Produksi Kendaraan Listrik Peugeot

Meski terdengar futuristis, masyarakat tidak boleh menganggap paten sebagai tanda bahwa kendaraan tersebut segera dijual. Paten merupakan perlindungan terhadap sebuah teknologi atau rancangan. Perusahaan masih perlu melakukan berbagai pengujian, pengembangan, homologasi, dan pertimbangan bisnis sebelum sebuah teknologi dapat diterapkan pada kendaraan produksi.

Jika benar-benar dikembangkan, teknologi tersebut berpotensi menarik untuk kendaraan off-road. Kemampuan menghadapi medan dengan air tinggi dapat menjadi salah satu keunggulan tambahan. Namun, keselamatan tetap menjadi faktor utama karena kemampuan mengapung tidak sama dengan kemampuan kendaraan untuk berlayar seperti perahu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *